Halo, Selamat Datang di SEHAT USN!

Temukan inspirasi harian, tips kesehatan, dan rahasia kecantikan alami langsung di email kamu. Yuk, bergabung dengan komunitas hidup sehat kami!

Baby Blues, Ternyata ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Table of Contents
Baby blues syndrome erat kaitannya menggunakan rasa depresi yg melanda si ibu pasca melahirkan, umumnya ditimbulkan oleh psikologis dan kondisi lingkungan.

Tapi tenang ya ini bukan berarti anda tidak sehat secara kejiwaan, syarat misalnya ini mampu sembuh menggunakan sendirinya bila terus bersikap positif.
 
Baby Blues, Ternyata ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Baby Blues, Ternyata ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Tanda-tandanya anda sedang mengalami baby blues:

Emosi tidak stabil

Sering menangis

Rasa takut berlebih

Sering galau

Tidak percaya diri

Merasa mandiri, padahal perlu bantuan

Kenali 5 Penyebab Baby Blues

Baby Blues, Ternyata ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kira-kira apa sih penyebab baby blues syndrome ini? Kenapa tidak semua ibu mengalaminya?

1. Perubahan bentuk tubuh

Setelah melahirkan tentu saja wajar apabila bentuk tubuh ibu tidak berada dalam kondisi prima yang mungkin enak dilihat seperti saat sebelum hamil dan melahirkan. Tetapi ternyata perubahan bentuk tubuh bisa membuat ibu menjadi minder dan mengalami kecemasan saat berkaca dikarenakan bentuk tubuhnya yang telah berubah.

Apalagi ditambah saat bertemu keluarga maupun teman yang ternyata mengomentari hal tersebut, tentunya akan membuat ibu menjadi semakin down.

2. Perubahan hormon

Perubahan kadar hormon di dalam tubuh sebelum dan setelah melahirkan tentu saja mengalami perubahan. Hal seperti ini dapat berpengaruh kepada psikologis si ibu itu sendiri.

3. Terlalu lelah dalam merawat dan menjaga anak

Bagi ibu yang baru mempunyai anak wajar saja mengalami yang namanya kelelahan. Saat proses melahirkan saja memerlukan effort apalagi saat merawatnya, kelelahan berlebih dapat menyebabkan stress pula. Jadi alangkah baiknya lingkungan sekitar mendukung dan membantu apabila si ibu sudah mengalami kelelahan. Keadaan yang memberikan aura positif akan sangat membantu si ibu agar tidak mengalami baby blues syndrome ini.

4. Asi tidak keluar atau tidak lancar

Asi sangat diperlukan untuk bayi kita, saat asi yang dibutuhkan tidak keluar dengan sebagaimana mestinya tentu akan membuat ibu menjadi resah dan kepikiran. Selain itu bisa pula menyebabkan payudara menjadi membengkak dan apabila dibiarkan lama bisa mengakibatkan demam bagi sang ibu. Kondisi seperti ini dapat menyebabkan lelah pikiran dan fisik bagi ibu.

5. Perubahan kondisi

Saat jomblo mengurus diri sendiri, sedangkan saat menikah mengurus diri sendiri dan suami. Setelah melahirkan tambah lagi tugas si ibu yaitu mengurus diri sendiri, suami, dan tentunya bayi. Perubahan kondisi seperti ini bisa menimbulkan rasa kaget dan cemas bagi ibu yang lambat atau susah untuk beradaptasi. Terkadang beban tanggung jawab bisa menyebabkan dampak psikologis.

8 Cara Mengatasi Baby Blues 

Baby Blues, Ternyata ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Cara mengatasi baby blues:

1. Mengetahui kondisi diri sendiri

Apabila anda termasuk orang yang sering cemas atau gampang depresi, sebaiknya komunikasikan dengan pasangan apabila setelah melahirkan memerlukan bantuan dalam merawat anak. Jangan posisikan diri anda sebagai super mom yang bisa mengerjakan segala sesuatu sendiri. Pentingnya dukungan dari pasangan bisa membantu anda agar tidak mengalami sindrom baby blues.

2. Mempunyai waktu untuk diri sendiri

Bahasa gaulnya “Me Time” mengapa ini perlu? Dengan lahirnya bayi bukan berarti semua perhatian akan anda curahkan ke bayi anda. Sempatkan waktu untuk melakukan hal yang anda sukai di sela-sela waktu bayi beristirahat, mengapa kemudian ini menjadi penting?

Agar beban tanggung jawab selama mengurus bayi bisa menjadi lebih ringan dan anda tidak cepat menjadi bosan dikarenakan rutinitas harian yang itu-itu saja.

3. Bergaul dengan teman

Memang susah untuk membagi waktu untuk teman apabila sudah memiliki anak, tetapi hal ini masi bisa di siasati dengan bergaul melalui aplikasi chat ataupun media social. Teman yang baik bisa memberikan dukungan di saat kita merasa down. Sehingga akan membuat perasaan kita jauh lebih baik dalam menjalani kesusahan tsb.

4. Dekat dengan pasangan

Pasangan yang mendukung dan membantu secara positif segala sesuatu yang kita kerjakan sangatlah diperlukan. Jadikan pasangan bukan hanya sebagai teman hidup, tapi jadikan sebagai team yang siap membantu di saat anda sedang mengalami kesusahan. Jangan setelah mempunyai anak membuat hubungan dengan pasangan menjadi renggang diakibatkan semua waktu dicurahkan untuk merawat anak.

5. Menyempatkan diri untuk berolahraga

Bukan olahraga berat yang menyebabkan kelelahan berlebih, coba mencari olahraga ringan yang bisa meningkatkan mood anda agar menjadi jauh lebih baik. Seperti jalan santai atau bersepeda di taman. Kenapa olahraga ringan? Karena setelah berolahraga dapat melepaskan hormone-hormon seperti endorphin, dopamine dan serotonin yang dapat membuat kita jauh lebih bahagia.

6. Makan sehat dan teratur

Asupan makro gizi dan nutrisi seimbang tentu saja baik bagi tubuh kita. Apalagi disaat kita mempunyai pekerjaan ekstra yaitu merawat anak, agar tubuh kita menjadi lebih fit. Jangan takut menjadi gendut terlebih bagi anda yang sedang menyusui, dikarenakan bayi memerlukan kandungan yang didapat dari makanan ibu juga.

7. Tidur cukup dan teratur

Mungkin ini salah satu kemewahan yang susah didapat bagi ibu yang baru saja melahirkan dan memutuskan untuk memberikan asi bagi bayinya. Membuat jadwal tidur teratur memang dirasa cukup sulit dikarenakan intensitas menyusui yang tidak bisa diprediksi.

Apabila memiliki waktu luang bisa dipergunakan untuk beristirahat, jangan main sosmed. Karena kelelahan dapat membuat mudah tersinggung dan memicu stress dan depresi. Selagi anak tidur baiknya si ibu ikut tidur pula.

8. Mempunyai teman sesama ibu-ibu

Terkadang lingkup pertemanan dengan sesama ibu lain yang telah memiliki anak dapat membantu ibu ikut bertumbuh dalam pengetahuan dan kemampuan dalam merawat anak. Karena bisa saling sharing kendala dan solusi yang bisa meringankan beban.

Sekiranya artikel ini bermanfaat boleh di share ke teman-teman ya, Terima Kasih.

Posting Komentar